Membicarakan tentang pendidikan anak tidak ada habisnya, perjalanan ini menemukan saya dengan banyak peristiwa, tidak pernah terkira oleh saya kalau saya menekuni bidang pendidikan. Sejak saya kuliah saya hanya mengenal siswa yang tingkatannya tinggi (SMP-SMA sederejat) awalnya yang bodoh memang malas belajar, dan yang pintar itu serius mau belajar tanpa melihat apa yang melatarbelakangi mereka. Sejak Magang 3 pada tahun 2016, Qadarullah saya ditempatkan di sekolah pelosok di Bengkulu, di sana hanya sedikit yang bisa dikategorikan "pintar", guru-guru di sana saya sebut darah tinggi semua, sebab jarang sekali saya melihat guru yang tidak teriak-teriak atau yang tidak marah ketika masuk ke dalam kelas. Kedatangan kami membuat guru-guru lumayan ringan, karena kami yang menggantikan mereka masuk kelas. Singkatnya, dalam magang 3 itu saya baru sadar bahwa setiap anak memiliki latar belakang yang berbeda-beda, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang memiliki pengalaman tid...
Fenomena salah pemaknaan bahasa, ketidakpahaman peran