Langsung ke konten utama

Tidak Perlu Toleransi pada Cadar!

بسمﷲ
 (gambar diambil via internet yang sudah tidak tahu lagi alamatnya)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakutuh.
ya benar, di dunia ini banyak bentuk manusia, terlebih-lebih pada akhir zaman ini. Cadar hanyalah sehelai kain yang menutupi wajah cantiknya perempuan, agar terhindar dari fitnah. Lalu kenapa citraan cadar begitu buruk dikalangan muslim sendiri? padahal cadar adalah syariat islam. Salah satu penyebabnya adalah kaum itu sendiri. Kamu dapat melihat diberbagai Medsos, kaum islamlah yang ramai-ramai mencela cadar itu sendiri, sadarkah kita, bahwa kaum nonmuslim malah lebih toleransi ketimbang kaum seagama yang mensyariatkan agama kita.
Aisyah berkata:
كَانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّونَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْرِمَاتٌ فَإِذَا حَاذَوْا بِنَا سَدَلَتْ إِحْدَانَا جِلْبَابَهَا مِنْ رَأْسِهَا عَلَى وَجْهِهَا فَإِذَا جَاوَزُونَا كَشَفْنَاهُ
“Para pengendara kendaraan biasa melewati kami, di saat kami (para wanita) berihram bersama-sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka jika mereka mendekati kami, salah seorang di antara kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya pada wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, kami membuka wajah.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain]
Wanita yang ihram dilarang memakai penutup wajah dan kaos tangan sebagaimana disebutkan di dalam Shahihain (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim). Sehingga kebanyakan ulama berpendapat, wanita yang ihram wajib membuka wajah dan tangannya. Sedangkan yang wajib tidaklah dapat dilawan kecuali dengan yang wajib pula. Maka kalau bukan karena kewajiban menutup wajah bagi wanita, niscaya tidak boleh meninggalkan kewajiban ini (yakni membuka wajah bagi wanita yang ihram). 
Asma’ binti Abi Bakar berkata: “Kami menutupi wajah kami dari laki-laki, dan kami menyisiri rambut sebelum itu di saat ihram.” [HR. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim. Al-Hakim berkata: “Shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim”, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]
Ini menunjukkan bahwa menutup wajah wanita sudah merupakan kebiasaan para wanita sahabat

kutipan di atas sangat jelas bahwa cadar merupakan syariat islam, apa yang harus ditentang?
"Toleransi dikit dong" toleransi seperti apa yang diinginkan? bukannya kebalik, bahkan toleransi atau tidak, kita tetap harus menerima syariat islam ini bukan?
"jangan radikal amat dong" lagi-lagi apa yang salah dengan radikal, radikal itu adalah prinsip yang kuat, lalu apa salahnya kalo kita berpegang pada prinsip sesuai agama?
ini adalah bentuk kebebasan yang nyata, ketika wanita "hampir" tak berbusana dibiarkan dan dibilang "toleransilah dengan mereka.. kita tidak tahu hati orang" , heiii memangnya kita tahu hati orang bercadar? sampai-sampai dicurigai? sayangnya yang mencurigai itu kebanyakan dari kaumnya sendiri (di Indonesia). Katanya Negri ini bebas dari diskriminasi, kalo kamu mencurigai wanita bercadar adalah teroris, berarti kamu juga harus mencurigai pegawai beseragam adalah tukang nyogok, yang berdasi adalah koruptor, yang nebar auratnya adalah PSK, yang dipinggir jalan sibuk nilang adalah makan uang damai, bisakah kita terima itu?

Baiklah, memang anda tidak perlu mentolerensi cadar, tapi memang anda harus menerima cadar tersebut, mau tak mau, suka tak suka, dia adalah syariat islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru Pembawa Amal Jariyyah atau Dosa Jariyyah?

بسم اﷲ, Kita tahu bahwa guru melahirkan profesi-profesi lainnya. Dalam dunia pendidikan formal, guru menjadi suatu sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan. Katanya, menjadi guru bisa mendapatkan amal jariyyah, benarkah? Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ “Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim) Yang dimaksud dalam hadits adalah tiga amalan yang tidak terputus pahalanya: Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada oran...

YANG NGAKU SUNNAH KOK NGGAK MAU DIAJAK DISKUSI SAMA YANG DI CAP AHLI BIDAH?

Bismillahirahmanirrahim. Pernah nggak sih dengar ustad kondang ngomong "itu ustad yang ngaku sunnah, jangankan gurunya, muridnya aja nggk mau di ajak diskusi bareng" aku cuma mau jawab "ya iyalah, gurunya aja nggak mau diajak debat, yang ilmunya sudah tinggi, pemahaman hadis, hapalannya, apalagi muridnya, yang ilmunya belum seberapa dibandingkan gurunya" kenapa demikian? Mengalah dari debat kusir, karena “ kita tidak akan bisa menang debat melawan orang yang bodoh dan tidak beradab “. Mengalah dalam debat, sebagaimana sebuah ungkapan: وما جادلني جاهلٌ إلا وغلبني “Tidaklah aku mendebat orang bodoh, pasti aku akan kalah” Berdebat (apalagi di media sosial) menimbulkan banyak kerugian: Pertama,  Membuang-buang waktu yang berharga Waktu kita akan habis untuk berdebat kusir yang terkadang tidak ada ujungnya. Kedua,  Mengeraskan hati karena sering sakit hati dan berniat membalas. Padahal tujuan dakwah adalah menasihati dan yang namanya nasihat itu m...

Melawan Jerawat dan wajah kusam

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh Hi apa kabarnya? Kali ini aku akan menceritakan kisah pribadi aku melawan jerawat dan wajah kusam. Akhir-akhir ini yg tahu aku ada yg ngomong "eh sekarang bersihan ya mukanya" tentunya ini karunia Allah ya melalui perantara nya. Well, jadi dulu sebelum mengenal cream muka ku kusam gitu, kudel lah ya Haha. Waktu masuk kuliah aku dikenalkan dengan produk racikan apotek, yg dikenal dengan cream pa*en, ya.. produk itu luar biasa hebatnya, seminggu kemudian wajahku bersih dan cerah. Singkat cerita pada suatu waktu aku pulang ke kampung halaman, ya pas sekali creamku habis, hingga selama di kampung tidak memakai cream tersebut, qadarallah, jerawatnya bertumbuhan satu persatu dan menjadikan sangat banyak, bentuknya kecil, merah, dan rapat. Stress? Alhamdulillah, lagi2 karunia Allah, walaupun aku pusing aku bukan tipe manusia yg mudah histeris, sejak itu aku tak pernah lagi memakai produk tersebut, beberapa perawatan herbalku coba, tapi...